Jenis Perawatan Kulit Paling Banyak Di Indonesia

Jenis Perawatan Kulit Paling Banyak Di Indonesia

caramerawatdiri.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Jenis Perawatan Kulit Paling Banyak Di Indonesia.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Jenis Perawatan Kulit Paling Banyak Di Indonesia

Setiap orang ingin memiliki kulit sehat, bersih, dan bebas dari masalah. Sayangnya, banyak orang tidak mau repot untuk merawat kulitnya sendiri. Padahal, merawat kulit penting bagi semua kalangan untuk menjaga kesehatan kulitnya. Berhubung merawat kulit memang bukan pekerjaan mudah dan butuh kesabaran yang tinggi, mengetahui berbagai macam perawatan di dokter kulit beserta manfaatnya adalah hal yang penting.

Simak serba-serbi perawatan di dokter kulit yang paling popular untuk membantu mengatasi masalah kulit Anda dalam artikel ini.

Perawatan di dokter kulit yang paling populer
1. Chemical peeling
Chemical peeling adalah perawatan yang dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti kulit kusam, berjerawat, bekas luka, keriput, hingga garis-garis halus di wajah.Prosedur ini dilakukan dengan cara mengoleskan cairan kimia yang mengandung asam glikolat atau asam trikloroasetat pada kulit. Bahan kimia tersebut berguna untuk mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terluar Anda akan mengelupas. Kulit lama yang mengelupas akan digantikan dengan lapisan kulit baru yang lebih muda, lembut, dan cerah di bawahnya.Efek samping yang dapat muncul dari perawatan ini adalah bila pemilihan jenis cairan peelingnya tidak tepat, sehingga dapat menimbulkan kemerahan atau bekas hiperpigmentasi pada kulit. Oleh sebab itu, selalu konsultasi dulu ke dokter atau spesialis kulit sebelum menjalani prosedur ini.

2. Collagen induction theraphy (microneedling)
Microneedling akhir-akhir ini menjadi salah satu jenis perawatan wajah yang populer di klinik dermatologi. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki tekstur kulit dengan merangsang produksi kolagen dalam kulit, mengatasi keluhan bopeng bekas jerawat, mengurangi kadar minyak pada kulit, mengecilkan pori-pori, dan mencerahkan kulit.Sebelum memulai prosedur, dokter akan melakukan bius lokal di wajah Anda. Setelah itu, dokter akan menggunakan jarum-jarum halus yang ditusukkan ke kulit. Luka-luka kecil pada kulit wajah Anda kemudian akan merangsang produksi dari elastin dan kolagen yang membantu penyembuhan luka. Nah, kolagen baru inilah yang akan membuat kulit wajah Anda terlihat lebih licin, kencang, dan muda.

Meski terdengar menyeramkan, prosedur ini secara umum aman bila dilakukan oleh ahli dermatologi yang sudah terkualifikasi. Dibanding dengan metode lainnya, microneedling juga memilliki risiko yang lebih kecil seperti kemerahan dan pengelupasan ringan pada beberapa hari awal setelah dilakukan tindakan.

3. Laser
Perawatan di dokter kulit satu ini mungkin sudah tidak asing lagi. Laser sering digunakan untuk meremajakan kulit wajah (mengencangkan, mengecilkan pori atau mengurangi garis kerutan halus), mengatasi jerawat meradang, menghilangkan flek/melasma, menghilangkan tato, atau mengatasi tanda lahir. Laser menghilangkan lapisan kulit mati menggunakan sinar.Sel-sel kulit baru yang terbentuk selama penyembuhan membuat permukaan kulit Anda lebih kencang dan awet muda. Prosedur ini populer karena efektivitasnya serta prosedurnya yang bebas sakit.

Seperti banyak perawatan di dokter kulit lainnya, prosedur ini juga mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping. Meski begitu, efek samping ini biasanya hanya berlangsung sementara dan mudah diatasi seperti rasa hangat pada kulit, kulit memerah, ataupun bengkak.

4. Filler wajah
Filler wajah adalah salah satu perawatan di dokter kulit yang sedang tren. Perawatan ini dilakukan untuk mengisi area-area wajah yang mengalami kekosongan (pipi, pelipis, kantong mata), atau area tertentu yang ingin ditonjolkan atau dipertegas seperti hidung, dagu, rahang. Filler wajah harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan professional, mengingat efek samping yang fatal dapat terjadi bila penyyntikan dilakukan secara sembarangan.

Dokter Anda akan menyuntikan cairan yang mengandung asam hialuronat ke beberapa bagian wajah yang ingin ditonjolkan agar lebih bervolume. Setelah injeksi selesai, Anda mungkin akan mengalami pembengkakan dan kemerahan di area yang disuntik.Dalam kasus yang jarang, filler wajah dapat menimbulkan efek samping lain, seperti kerusakan jaringan kulit, granuloma/benjolan pada kulit, atau sumbatan pada pembuluh darah yang nantinya akan menyebabkan kematian jaringan kulit. Oleh sebab itu, selalu konsultasi ke dokter kulit dan pertimbangkan segala risiko yang ada sebelum melakukan setiap perawatan kulit.

Baca Juga : Perawatan ASI Sebelum Kehamilan

5. Botox
Perawatan di dokter kulit lainnya yang masih popular sampai saat ini adalah suntik botox. Tidak hanya untuk wanita saja, perawatan satu ini pun banyak digemari oleh kaum pria supaya meningkatkan penampilan serta kepercayaan diri mereka.Botox digunakan dalam dunia kecantikan kulit untuk mengatasi kerutan pada wajah, atau perawatan untuk mencegah supaya kerutan tidak cepat muncul. Tidak hanya itu, botox juga dilakukan untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan lainnya, seperti migrain kronis, hyperhidrosis, mata kedutan, mata juling, dan lain sebagainya.Sama halnya dengan filler, suntik botox juga harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan professional untuk menghindari terjadinya efek samping. Meski prosedur ini minim sayatan, bukan berarti botox tidak memiliki efek samping.

Efek samping yang dapat muncul dari perawatan ini antara lain nyeri, kemerahan, serta kebas di daerah suntikkan. Jika prosedur ini tidak dilakukan oleh ahlinya, Anda bisa mengalami efek samping seperti ptosis (tidak bisa membuka mata), alis mata turun, hingga wajah jadi tidak simetris.

Related posts