Refleksi Badan Itu Penting

Refleksi Badan Itu Penting

Refleksi Badan Itu Penting – refleksi badan bisa dijadikan alternatif untuk merileksasikan diri anda di sela-sela kesibukan. Berbeda dengan pijat atau urut biasa, refleksi lebih fokus pada titik-titik yang ada di tubuh, terutama pada kaki dan tangan. Dan Titik-titik tubuh tersebut terhubung langsung dengan saraf-saraf organ, sehingga ketika dipijat akan mempengaruhi fungsi organ. so tunggu apa lagi mari kita bahas sebenarnya Refleksi Badan Itu Penting gak sih?

Refleksi Badan

1. Mengurangi tingkat kegelisahan
Sebuah penelitian yang melibatkan kelompok perempuan yang memasuki masa premenopause (yang mempunyai tingkat stres dan depresi yang cukup tinggi) menunjukkan bahwa pijat refleksi dapat membantu kondisi psikologis yang terganggu. Hal ini juga dibuktikan dalam penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2015. Dalam penelitian tersebut pasien yang mendapat pijat refleksi sebelum melakukan operasi varises vena dilaporkan cenderung memiliki kecemasan dan rasa sakit yang rendah selama operasi hingga perawatan berlangsung.

2. Melancarkan peredaran darah
Salah satu titik di telapak kaki berhubungan langsung dengan jantung dan pembuluh darah di tubuh, sehingga saat dilakukan pijat refleksi akan mempengaruhi fungsi jantung. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa melakukan refleksi dapat meningkatkan kesehatan jantung. Hal ini disebabkan oleh dampak dari tekanan yang diterima saat refleksiologi sama dengan refleks baroreseptor yang ditimbulkan tubuh untuk mengontrol fungsi jantung.

3. Berdampak baik bagi penderita diabetes mellitus tipe 2
Studi yang dilakukan pada tahun 2014 lalu, meneliti hubungan antara pemberian reflexology dengan gejala dan tanda yang dialami oleh para penderita diabetes. Dari penelitian ini diketahui bahwa penderita diabetes yang rutin pijat refleksi memiliki kadar gula darah yang terkontrol serta mengalami gejala dan komplikasi yang lebih sedikit.

4. Meredakan sakit kepala
Sebanyak 220 pasien yang sering mengalami sakit kepala diberikan terapi refleksi selama enam bulan. Kemudian dalam 3 bulan menjalani terapi, 81% pasien mengaku bahwa gejala sakit kepala yang mereka sering alami berkurang dan 19% dari mereka yang selalu mengonsumsi obat penghilang rasa sakit mengungkapkan telah menghentikan penggunaan obat tersebut.

Baca juga :